Tujuan dan Manfaat Sunat - Sebagai salah satu ajaran yang telah diterapkan dalam Islam baik untuk pria maupun wanita, khitan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi kepentingan simbol-simbol Islam. Karena itu, sunat menargetkan kesehatan fisik dan spiritual. Selain itu, sunat juga dianggap sebagai salah satu bukti media dan wudhu penyampaian satu terhadap ajaran agamanya. Rasulullah SAW berkata, "Kemurnian (alam) ada lima: Sunat, mencukur rambut kemaluan, mencabut ketiak, memperpendek kumis, memotong kuku" (Bukhari Muslim).
Baca juga : Klinik Dokter Khitan Pekanbaru
Melalui sunat, anak usia dini diajari tentang pentingnya kesehatan dan pembersihan tubuh, terutama alat kelamin. Bagi pria, sunat berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai syarat validitas kultus, terutama yang berkaitan dengan kotoran urine. Dari sudut pandang medis, seperti yang diungkapkan oleh ahli medis, khitanan memiliki manfaat kesehatan seperti menarik anggota badan di tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri dan bau yang tidak sedap.
![]() |
| Khitanan anak laki laki |
Urin mengandung semua unsur ini. Saat urine melalui kulit menutupi alat kelamin, padatan dalam suspensi yang biasa disebut smegma sebagian dibatasi oleh kulit. Semakin lama, sedimen akan menjadi semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang yang buang air kecil dalam sehari dan jumlah sedimen yang diendapkan oleh penutup kulit alat kelamin dalam setahun. Oleh karena itu, jika tidak dibersihkan, plester yang digoreng bisa menyebabkan infeksi penis dan kanker serviks pada wanita yang disetubuhinya.
Metode penyunatan
Sejalan dengan perkembangan sains, metode sunat juga mengalami pertumbuhan. Pertama kali saya menggunakan pisau bambu yang tajam untuk memotong metode paling maju dengan menggunakan teknik laser. Banyak sunat dan penamaan setiap teknik didasarkan pada alat dan teknik penyunatan yang dilakukan. Teknik yang paling tua adalah guillotine yang terpenggal atau sayatan. Kemudian, ada teknik Dorsumsisi (sayatan melingkar), metode cincin (cincin sunat atau penyunatan sunat) yang diperkenalkan sejak tahun 1942.
Ada juga teknik sayatan melingkar ganda (reseksi lengan / sunat tangan), teknik fiksasi Sheldon, Comco Mogen (semakin banyak digunakan di AS), teknik lentur, klem cerdas (metode jepit dengan jenis plastik sekali pakai), penjepit Tone (metode dari kegagalan dengan tipe plastik sekali pakai), dan laser CO2 (yang sering digunakan laser laser Sharplan laser), dan lain-lain. Teknik yang biasa digunakan di Indonesia adalah dengan memotong menggunakan bistouri (pisau bedah) atau yang dikenal dengan cara konvensional, clamp clamp, plestibel, tara clamp, dan cauterized. Bentuk konvensionalnya masih tergolong bagus dibanding electro atau laser Cauter.
Pandangan Barat tentang Sunat
Di negara-negara barat, sunat atau khitan anak-anak telah menjadi topik diskusi dalam dekade terakhir. Dalam laporan tahunan mereka yang diterbitkan oleh American Medical Association (AMA) pada tahun 1999, mereka mengindikasikan bahwa asosiasi kesehatan di Amerika Serikat, Australia, Kanada dan negara-negara Eropa tidak merekomendasikan penyunatan pada anak laki-laki. Menurut laporan WADA, orang tua di AS memilih untuk melakukan sunat mereka terutama karena alasan sosial atau budaya yang karena alasan kesehatan. Namun, sebuah survei yang dilakukan oleh Center for Interdisciplinary Complex Systems Research (CIRC) pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 23,5 persen orang tua di AS mewawancarai anak-anak mereka karena alasan kesehatan.

0 komentar:
Posting Komentar